GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRILAKU IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI DI WILAYAH KERJA PKM
KUTA ALAM BANDA ACEH
TAHUN 2009
Karya Tulis Ilmiah (KTI)
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Menyelesaikan Pendidikan
Pada Politeknik Kesehatan Jurusan Kebidanan
Yang Diajukan Oleh :
DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN NAD
JURUSAN KEBIDANAN
2009
LAPORAN PRAKTEK KLINIK
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN
KEHAMILAN LEWAT WAKTU
DI BPS ZURAIDAH IDRIS
TAHUN 2009
DISUSUN OLEH :
XXXXXXXXXXXX
PENDAHULUAN
Masalah anemia pada wanita berperan besar terhadap tingginya jumlah kematian ibu dan angka kematian bayi baru lahir. Kondisi anemia ibu hamil akan menyebabkan turunnya daya tahan tubuh dan mengakibatkan ibu dan bayi yang dikandungnya menjadi mudah terjangkit penyakit infeksi. Bedasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003, angka kematian ibu di Indonesia masih berada pada angka 307 per 100.000 kelahiran hidup atau setiap jam terdapat 2 orang ibu bersalin meninggal dunia karena berbagai sebab. Demikian pula angka kematian bayi khususnya angka kematian bayi baru lahir yang masih berada pada angka 36 / 1000 kelahiran hidup.
Ibu hamil merupakan salah satu keompok rawan kekurangan gizi, karena terjadi peningkatan kebutuhan gizi untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin yang dikandung. Pemeliharaan kehamilan dimulai dari perencanaan menu yang benar. Ibu hamil sebaiknya menerapkan menu gizi seimbang, agar dapat mencukupi kebutuhan ibu dan janin yang dikandung. Kondisi gizi dan konsumsi ibu hamil mempunyai efek yang signifikan terhadap kondisi kesehatan fetus, neonates setelah lahir dan ibu hamil sendiri. (Fatmah, 2007)
Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia. (Soekirman, 2000). Ibu hamil yang menderita anemia di Indonesia jumlahnya masih sangat tinggi. Dari setiap 10 ibu hamil, 6 – 7 diantaranya menderita anemia. (DinKes, 2008).
WHO (2005) melaporkan bahwa terdapat 52% ibu hamil mengalami anemia di negara berkembang pada tahun 2005. Di Indonesia bedasarkan SKRT 2001 ditemukan sekitar 40,1%. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan laporan Survei Departemen Kesehatan – UNICEF tahun 2005, menemukan dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami anemia gizi dan 1 juta lainnya mengalami kekurangan energi kronis. (Samhadi, 2006).
Di Naggroe Aceh Darussalam didapatkan bahwa terdapat 40,5% keadaan gizi Ibu mengalami anemia dan 22,7% mengalami malnutrisi (gizi buruk) (Dinkes, 2007)
Sebagai besar penyebab anemia di Indonesia adalah karena kekurangan zat besi yang diperlukan dalam pembentukan hemoglobin. Kekurangan zat besi di dalam tubuh disebabkan oleh kekurangan konsumsi zat besi yang berasal dari makanan atau rendahnya absorbs yang ada di dalam makanan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil di Indonesia mengkonsumsi pangan pokok, pangan hewani, sayur dan buah dalam jumlah yang tidak memadai, padahal kesemua sumber pangan tersebut adalah sumber zat besi. (Hardinsyah, 2002)
Masalah gizi ibu hamil mempunyai dampak yang luas, baik terhadap ibu maupun janinnya, sehingga membutuhkan perhatian khusus terhadap hal tersebut. Hasil penelitian memperlihatkan korelasi yang erat antara anemia pada suatu kehamilan dengan kematian janin, abortus, cacat bawaan, berat bayi lahir rendah, cadangan zat besi yang berkurang pada anak atau anak lahir dalam keadaan anemia gizi. Kondisi ini menyebabkan angka kematian perinatal masih tinggi, demikian pula dengan mortalitas dan morbiditas pada ibu (Faruk, 2001). Selain itu, dampak pada ibu adalah dapat mengakibatkan pendarahan pada saat persalinan.pendarahan pada persalinan merupakan penyebab utama (28%) kematian ibu hamil / bersalin di Indonesia. (Depkes R.I, 2001)
Sementara itu hasil dari laporan data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, jumlah Ibu hamil dari bulan Januari – Desember 2008 berjumlah 4.024 orang. (Dinkes Kota Banda Aceh, 2008). Data yang diperoleh di Puskesmas Kuta Alam Banda aceh didapatkan dari 1037 sasaran, ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe pada Ki berjumlah 1121 orang (108,1%) sedangkan ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe pada K4 berjumlah 904 orang (87,2%).
Bedasarkan permasalahan diatas, perlu diketahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi di wilayah kerja Puskesmas Kuta alam Banda Aceh tahun 2009.


01.11
Bypasspubgemulatorindonesia

0 komentar:
Posting Komentar